Minggu, 10 Februari 2013

Pengantar Ilmu Ekonomi


RUANG LINGKUP, PRINSIP DAN PERANAN EKONOMI

A.    Pengertian Ilmu Ekonomi
Istilah ‘ekonomi’ berasal dari bahasa Yunani asal kata ‘oikosnamos’ atau oikonomia’ yang artinya ‘manajemen urusan rumah-tangga’, khususnya penyediaan dan administrasi pendapatan. (Sastradipoera, 2001: 4). Namun, setelah diadakan efesiensi termasuk pekerja dan produksinya, maka dalam bahasa modern istilah ‘ekonomi’ tersebut menunjuk terhadap prinsip usaha maupun metode untuk mencapai tujuan dengan alat-alat sesedikit mungkin.
Menurut Albert L. Meyers (Abdullah, 1992: 5) ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempersoalkan kebutuhan dan pemuasan kebutuhan manusia. Kata kunci dari definisi ini adalah; pertama, tentang “kebutuhan”, yaitu suatu keperluan manusia terhadap barang-barang dan jasa-jasa yang sifat dan jenisnya sangat bermacam-macam dalam jumlah yang tidak terbatas. Kedua, tentang” pemuas kebutuhan” yang memiliki ciri-ciri “terbatas” adanya. Sedangkan menurut Mankiw, ilmu ekonomi adalah studi tentang bagaimana masyarakat mengelola sumber daya yang selalu terbatas dan langka. Ahli ekonomi lainnya yaitu J.L. Meij (Abdullah, 1992: 6) mengemukakan bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu tentang usaha manusia ke arah kemakmuran. Pendapat tersebut sangat realistis, karena ditinjau dari aspek ekonomi di mana manusia sebagai mahluk ekonomi (Homo Economicus) pada hakekatnya mengarah kepada pencapaian kemakmuran. Kemakmuran menjadi tujuan sentral dalam kehidupan manusia secara ekonomi, sesuai yang dituliskan pelopor “liberalisme ekonomi” oleh Adam Smith dalam buku “ An Inquiry into the Nature and Cause of the Wealth of Nations” tahun 1976.
  Namun, secara umum ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku individu dan masyarakat membuat pilihan (dengan atau tanpa uang) menggunakan sumbersumber yang terbatas, dengan cara atau alternatif terbaik untuk menghasilkan barang dan jasa sebagai pemuas kebutuhan manusia yang (relatif) tidak terbatas. Barang dan jasa yang dihasilkan kemudian didistribusikan untuk kebutuhan konsumsi sekarang dan di masa yang akan datang kepada berbagai individu dan kelompok masyarakat.
B.     Penggolongan dan Jenis Analisis pada Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi pada dasarnya adalah ilmu sosial, karena objek penelitian dan pembahasannya adalah manusia dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Akan tetapi dalam perkembangan selanjutnya ilmu ekonomi banyak menggunakan bantuan matematika dan statistik dalam menjelaskan hubungan antar variabel-variabel ekonomi, sehingga banyak, sehingga banyak yang mengatakan ilmu ekonomitergolong sebagai ilmu eksakta.
Ilmu ekonomi merupakan perpaduan ilmu sosial dan eksakta. Ilmu ekonomi terbagi dalam dua bagian besar yaitu Ilmu ekonomi Mikro dan Ilmu ekonomi Makro.
Ilmu ekonomi Mikro, khususnya mempelajari perilaku individu manusia dalam rangka memenuhi kebutuhannya, dan aspek analisinya diantaranya :
1.      Analisa biaya/manfaat
2.      Teori permintaan dan penawaran
3.      Elastisitas
4.      Model-model pasar
5.      Industri
6.      Teori harga (Hukum permintaan dan penawaran)
7.      Teori produksi
8.      Dan lain-lain
Sedangkan, ilmu ekonomi makro mempelajari perilaku masyarakat (negara/bangsa) dalam memenuhi kebutuhannya (masalah agregat), dan aspek analisanya diantaranya :
1.      Pendapatan nasional
2.      Neraca pembayaran
3.      Kesempatan kerja
4.      Inflasi
5.      Investasi dan lain-lain.
Ilmu ekonomi (berdasarkan jenis analisis) digolongkan :
  1. Ilmu ekonomi deskriptif
Yaitu ilmu ekonomi yang memberikan gambaran tentang suatu kondisi atau keadaan ekonomi yang sebenarnya.
2        Ilmu ekonomi (teori ekonomi)
Didasarkan pada kondisi nyata yang terjadi pada masyarakat yang disederhanakan, terutama mengenai sifat-sifat hubungan ekonomi yang menyederhanakan kondisi disebut Asumsi.
  1. Teori ekonomi aplikasi
Ilmu ini bertujuan menganalisis dan menelaah tentang hal-hal yang perlu dilakukan mengenai suatu kejadian dalam perekonomian.
C.    Sifat, Metode dan Pernyataan dalam Teori Ekonomi
Ilmu ekonomi memiliki sifat atau ciri yang dimiliki agar analisanya dapat menjadi syahih yaitu :
 a. Definisi.
Agar analisanya dapat diterima dengan cepat secara logis, maka setiap variabelnya diberikan definisi.
 b. Asumsi atau pemisalan.
 Hakekatnya semua ilmu pengetahuan pada dasarnya membutuhkan asumsi agar teorinya berlaku secara keilmuan. Tujuan dari asumsi dalam ilmu ekonomi untuk membatasi analisanya agar teori dan hukum-hukumny dapat berlaku dengan baik.
 c. Hipotesa.
Dalam bahasa statistik hipotesa adalah penafsir parameter populasi. Sebenarnya asas ini digunakan oleh ilmu ekonomi untuk menutupi keterbatasannya dalam mengkaji suatu fenomena ekonomi. Mengingat hal yang terlibat dalam perekonomian jumlahnya sangat banyak dan tidak terbatas, maka penafsiran perlu dilakukan dalam bentuk estimasi ataupun prediksi.
 d. Ramalan.
Estimasi, prediksi dan forcasting adalah salah satu bagian intim dalam ilmu ekonomi. Kegiatan meramal bahkan identik dengan ilmu ekonomi, karena salah satu kehebatan ilmu ekonomi terletak pada kemampuannya membaca tanda-tanda kejadian ekonomi yang terjadi pada masa lalu dan sekarang untuk masa yang akan datang.
 e. Penggunaan grafik (kurva).
Penggunaan grafik dalam ilmu ekonomi untuk menjelaskan hubungan antar variabel merupakan hal yang lumrah dan bahkan wajib, alasannya sederhana, karena hubungan antar variabel itu akan lebih mudah dibaca dengan menggunakan grafik.
 f. Asas rasionalitas dan continuum.
Asas rasionalitas menghendaki analisa ilmu ekonomi mensyaratkan bahwa individu masyarakat harus rasional dalam menggunakan uang untuk konsumsi/produksi.
Asas continuum menjelaskan bahwa ilmu ekonomi membahas kumpulan-kumpulan faktor dan komoditi yang tidak terbatas (infinite).
Terdapat dua metode analisa dalam ilmu ekonomi yaitu :
 1. Metode deduktif. Adalah menarik sutau kesimpulan dari hal-hal yang bersifat umum menjadi hal-hal yang bersifat khusus.
 2. Metode induktif atau sering juga disebut sebagai metode empiris. Yaitu menarik suatu kesimpulan dari hal yang bersifat khusus menjadi kesimpulan yang bersifat umum. Umumnya metode ini didasarkan pada fakta empiris.
Dalam teori ekonomi terdapat dua pernyataan yaitu :
 1. Pernyataan positif, adalah pernyataan yang merujuk pada kondisi yang sebenarnya terjadi (descriptive).
 2. Pernyataan normatif, adalah pernyataan petunjuk (prescriptive) yang mengandung arti apa sebaiknya yang harus bila ingin sesuatuyang diharapkan menjadi kenyataan.
D. Masalah-Masalah Ekonomi dan Sistem perekonomian
        Masalah ekonomi dapat terjadi jika kebutuhan hidup tidak terpenuhi seperti sandang, pangan dan papan. Oleh sebab itu, untuk mencapai kebutuhan hidupnya manusia harus berusaha untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Berikut beberapa bentuk masalah ekonomi:
1. Macam-macam kebutuhan manusia
a. Kebutuhan menurut tingkatan atau intensitasnya
 1) Kebutuhan primer /pokok
     Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang sangat mutlak harus dipenuhi.
     Contoh: sandang, pangan, papan, dan kesehatan
 2) Kebutuhan sekunder / tambahan
     Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan kedua, artinya kebutuhan yang pemenuhannya setelah kebutuhan pokok terpenuhi.
Contoh: lemari, sepeda, tempat tidur, dan meja kursi
 3) Kebutuhan tersier / kemewahan
Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi
b. Kebutuhan menurut waktunya
 1) Kebutuhan sekarang : Contoh: makan, minum, tempat tinggal, dan obat-obatan
 2) Kebutuhan yang akan datang/masa depan : Contoh: tabungan
 3) Kebutuhan tidak tentu waktunya : Contoh : konsultasi kesehatan
 4) Kebutuhan sepanjang waktu adalah kebutuhan yang memerlukan waktu/lama
c. Kebutuhan menurut sifatnya
 1) Kebutuhan jasmani
 Contoh: makanan, pakaian, olahraga, dan istirahat
 2) Kebutuhan rohani
 Contoh: beribadah, rekreasi, kesenian, dan hiburan
d. Kebutuhan menurut aspeknya
 1) Kebutuhan individu
 2) Kebutuhan sosial (kelompok)
2. Benda dan Jasa
   Benda adalah alat/sarana untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung yang bersifat konkret, sedangkan jasa adalah alat/sarana pemuas kebutuhan manusia yang bersifat abstrak
 Barang atau benda dibedakan menjadi empat macam :
a. Berdasarkan cara memperolehnya.
 1) Barang ekonomi adalah barang yang jumlahnya terbatas dan untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan.
 2) Barang bebas adalah barang yang jumlahnya cukup banyak dan melebihi kebutuhan manusia.
 3) Barang illith adalah barang yang jumlahnya berlebihan sehingga menimbulkan bencana/kerugian.

b. Berdasarkan kegunaannya
 1) Barang subsitusi adalah barang pengganti, artinya barang yang fungsinya menggantikan barang lain.
 2) Barang komplementer adalah barang pelengkap, artinya barang yang fungsinya untuk melengkapi barang lain.
c. Berdasarkan jaminannya
 1) Barang tetap/tidak bergerak adalah barang yang dapat digunakan untuk jaminan kredit jangka panjang.
 2) Barang bergerak adalah barang yang dapat digunakan untuk jaminan kredit jangka pendek.
d. Berdasarkan proses produksinya
 1) Barang mentah adalah barang yang belum mengalami proses produksi
 2) Barang setengah jadi adalah barang yang sudah mengalami proses produksi, tetapi belum memenuhi kebutuhan manusia secara sempurna.
 3) Barang jadi adalah barang yang sudah mengalami proses produksi dan dapat memenuhi kebutuhan manusia secara sempurna.
            Berikut adalah beberapa sistem perekonomian, antara lain sebagai berikut :
·         Sistem Ekonomi Tradisional
Merupakan suatu sistem ekonomi yang masih menggunakan faktor-faktor produksi dengan pola tradisional atau adat kebiasaan yang tergantung pada faktor alam. Mtoivasi kegiatan ekonominya, yaitu untuk memenuhi kebutuhan bersama.
·         Sistem Ekonomi Pasar
adalah suatu sisten ekonomi yang sebagian besar barang-barang kapital baik yang buatan manusia maupun buatan alam yang dimiliki swasta. Proses produksi, distribusi, dan konsumsinya dilaksanakan dalam rangka mencari laba yang sebesar-besarnya oleh pemilik.
·         Sistem Ekonomi Terpusat
Suatu sistem ekonomi yang seluruh kebijakan perekonomiannya ditentukan oleh pemerintah. Motivasi kegiatan ekonomi nya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan dan untuk kemakmuran negara.
·         Sistem Ekonomi Campuran
Merupakan sistem ekonomi hasil dari perpaduan dari sistem ekonmi pasar dengan sistem ekonomi terpusat sehingga kelemahan-kelemahan yang ada pada kedua sistem tersebut dapat diatasi. Pada sistem ekonomi ini ada kebebasan bagi perseorangan dan swasta untuk ikut dalam kegiatan ekonomi.
·         Sistem Ekonomi Indonesia
Dikenal sebagai Demokrasi Ekonomi merupakan Sistem Ekonomi yang dijalankan oleh Indonesia. Pda sistem ini, kegiatan produksi dilakukan oleh semua, untuk semua, dan dibawah pimpinan atau kepemilikan oleh anggota-anggota ma     syarakat. Motivasi kegiatan ekonominya adalah untuk kemakmuran masyarakat dengan memenuhi kebutuhannya dan mengembangkan keselarasan, keserasian serta keseimbangan antara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat.
E. Prinsip-Prinsip Dasar Ekonomi
        Yang dimaksud prinsip dasar ekonomi adalah : patokan perilaku pelaku ekonomi dalam perekonomian yang mengarahkannya bertindak dan berkesesuaian dengan apa yang diharapkan oleh pelaku ekonomi tersebut dalam mengambil keputusan. Selama ini prinsip ekonomi yang banyak diajarkan dan dikenal adalah “ berusaha dengan usaha sekecil mungkin (tertentu) untuk mendapatkan hasil yang maxsimal” . Prinsip ini jelas akan mengarahkan pada tindakan para pelakuekonomi yang membolehkan segala cara unntuk memenuhi kebutuhannya, padahal dalam memenuhi ebutuhan ekonominya pelaku ekonomi harus tunduk pada etika dalam perekonomian (hanya menerima bila telah (sepakat) membayar.
Meskipun ilmu ekonomi mempunyai banyak cabang, pada dasarnya ia memiliki prinsip dasar yang sama. Menurut Pakdhe Gregory Mankiw, ada 10 prinsip ekonomi yang dikelompokkan dalam 3 kategori:
A. Prinsip Pengambil Keputusan:
1. Orang menghadapi pertukaran (tradeoff)
Misalnya, seorang mahasiswa memilih untuk belajar ekonomi dan psikologi. Tiap jam yang dihabiskan untuk belajar ekonomi, ia melewatkan jam untuk belajar psikologi, dan sebaliknya.
2. Biaya adalah sesuatu yang kamu korbankan untuk mendapatkan sesuatu
Apapun yang kamu korbankan untuk mendapatkan sesuatu, adalah biaya. Misalnya, untuk mendapatkan Blackberry versi terbaru, kamu mengorbankan uang. Untuk bisa kuliah di STAN, kamu mengorbankan kesempatan kuliah di UGM.
3. Orang rasional berpikir pada batas-batas (margins)
Untuk mengambil keputusan kuliah misalnya, tentu kamu tidak mau mempertimbangkan antara kuliah doktor dengan nonton tv 24 jam di rumah. Dunia tidaklah hitam dan putih. Kamu akan mempertimbangkan antara kuliah jurusan akuntansi ataukah manajemen, atau haruskah kamu mengambil kuliah setahun lebih lama.
Cara manusia mengambil keputusan sebenarnya simpel saja: mereka membandingkan keuntungan yang dapat diraih dengan biaya yang harus dikeluarkan dari suatu keputusan. Apabila keputusan berubah, mereka akan menghitung keuntungan tambahan dan biaya tambahan. Biaya dan keuntungan tambahan tersebut disebut biaya marginal dan keuntungan marginal.
4. Orang tanggap pada insentif
Pada dasarnya, perilaku manusia dipengaruhi oleh insentif yang akan ia terima. Misalnya, seseorang mau melakukan diet karena melihat kemungkinan ia dapat hidup lebih sehat dan percaya diri dan dapat dikagumi oleh orang lain. Seseorang mau naik transjakarta karena tak perlu repot berkendara sendiri. Seseorang mau membeli bensin Premium karena harganya lebih murah.
B. Prinsip Interaksi Ekonomi:
5. Perdagangan menguntungkan semua pihak
Pada dasarnya, perdagangan ada karena pihak-pihak saling membutuhkan satu sama lain. Negara X sulit memproduksi padi, tapi mempunyai persediaan minyak yang melimpah. Negara Y memproduksi banyak padi, namun tidak ada persediaan minyak.
6. Pasar adalah tempat yang bagus untuk mengorganisasikan kegiatan ekonomi
Dalam ekonomi pasar, keputusan-keputusan ekonomi diambil sendiri oleh masyarakat. Kamu tahu, keinginan masyarakat terhadap suatu barang disebut permintaan (demand), sedangkan persediaan barang tersebut disebut penawaran (supply). Demand dan supply ini membentuk harga. Harga, menunjukkan nilai suatu barang, sekaligus biaya yang harus diabyar untuk membuat barang tersebut. Nilai dari (hampir) segala sesuatu dapat distandardisasi dengan harga.
Dalam mengambil keputusan, orang akan selalu membandingkan keuntungan dan biaya. Harga, dalam banyak hal, sebenarnya membantu orang dalam mengambil keputusan mereka.
7. Pemerintah terkadang dapat meningkatkan hasil-hasil dari pasar
Pemerintah berperan dalam menunjang aktivitas masyarakat dan pasar. Misalnya, ia membuat peraturan-peraturan tentang hak milik.
C.Prinsip Bagaimana Ekonomi Bekerja:
8. Standar hidup suatu negara bergantung pada kemampuan produksinya
Semakin tinggi produktivitas masyarakat, semakin tinggi standar hidup mereka.
9. Harga-harga meningkat jika pemerintah mencetak terlalu banyak uang
Inflasi (kenaikan harga-harga) terjadi apabila terlalu banyak uang yang beredar di masyarakat.
10. Masyarakat menghadapi tradeoff jangka pendek antara inflasi dan pengangguran
Dalam jangka pendek, inflasi berlawanan dengan pengangguran. Semakin banyak yang menganggur, harga barang-barang tidak mengalami kenaikan. Dan sebaliknya.



DAFTAR PUSTAKA


Kewirausahaan


KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN

Sejarah Kewirausahaan
Sejarah kewirausahaan dapat dibagi dalam beberapa periode:
1)      Periode awal
Sejarah kewirausahaan dimulai dari periode awal yang dimotori oleh Marcopolo. Dalam masanya, terdapat dua pihak yakni pihak pasif dan pihak aktif. Pihak pasif bertindak sebagai pemilik modal dan mereka mengambil keuntungan yang sangat banyak terhadap pihak aktif. Sedangkan pihak aktif adalah pihak yang menggunakan modal tersebut untuk berdagang antara lain dengan mengelilingi lautan. Mereka menghadapi banyak resiko baik fisik maupun sosial akan tetapi keuntungan yang diperoleh sebesar 25%.
2)      Abad pertengahan
Kewirausahaan berkembang di periode pertengahan, pada masa ini wirausahawan dilekatkan pada aktor dan seorang yang mengatur proyek besar. Mereka tidak lagi berhadapan dengan resiko namun mereka menggunakan sumber daya yang diberikan, yang biasanya yang diberikan oleh pemerintah. Tipe wirausahaawan yang menonjol antara lain orang yang bekerja dalam bidang arsitektural.
3)      Abad 17
Di abad 17, seorang ekonom, Richard Cantillon, menegaskan bahwa seorang wirausahawan  seorang pengambil resiko, dengan melihat perilaku mereka yakni membeli pada harga yang tetap namun menjual dengan harga yang tidak pasti. Ketidakpastian inilah yang disebut dengan menghadapi resiko.
4)      Abad 18
Berlanjut di abad ke 18, seorang wirausahawan tidak dilekatkan pada pemilik modal, tetapi dilekatkan pada orang-orang yang membutuhkan modal. Wirausahawan akan membutuhkan dana untuk memajukan dan mewujudkan inovasinya. Pada masa itu dibedakan antara pemilik modal dan wirausahawan sebagai seorang penemu.


5)      Abad 19
Sedangkan di abad ke 19 dan 20, wirausahawan didefinisikan sebagai seseorang yang mengorganisasikan dan mengatur perusahaan untuk meningkatkan pertambahan nilai personal.
6)      Abad 20
Pada abad 20, inovasi melekat erat pada wirausahawan di masa sekarang.
Pada abad 20 inilah Indonesia baru mengenal kewirausahaan. Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan unternehme. Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil. Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. Dic Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.

Pengertian Kewirausahaan
Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha adalah perbuatan amal, bekerja, dan berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu.
Istilah entrepreneur pertama kali diperkenalkan pada awal abad ke-18 oleh ekonom Perancis, Richard Cantillon. Menurutnya, entrepreneur adalah “agent who buys means of production at certain prices in order to combine them”. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, ekonom Perancis lainnya- Jean Baptista Say menambahkan definisi Cantillon dengan konsep entrepreneur sebagai pemimpin. Say menyatakan bahwa entrepreneur adalah seseorang yang membawa orang lain bersama-sama untuk membangun sebuah organ produktif.
Pengertian kewirausahaan relatif berbeda-beda antar para ahli/sumber acuan dengan titik berat perhatian atau penekanan yang berbeda-beda, diantaranya adalah penciptaan organisasi baru (Gartner, 1988), menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter, 1934), ekplorasi berbagai peluang (Kirzner, 1973), menghadapi ketidakpastian (Knight, 1921), dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi (Say, 1803). Beberapa definisi tentang kewirausahaan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
-          Jean Baptista Say (1816): Seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya.
-          Frank Knight (1921): Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan.
-          Joseph Schumpeter (1934): Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk (1) memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru, (2) memperkenalkan metoda produksi baru, (3) membuka pasar yang baru (new market), (4) Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau (5) menjalankan organisasi baru pada suatu industri. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya.
-          Penrose (1963): Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.
-          Harvey Leibenstein (1968, 1979): Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.
-          Israel Kirzner (1979): Wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap peluang pasar.
-          Entrepreneurship Center at Miami University of Ohio: Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu.
Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian. Salah satu kesimpulan yang bisa ditarik dari berbagai pengertian tersebut adalah bahwa kewirausahaan dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluang-peluang yang muncul di pasar. Eksploitasi tersebut sebagian besar berhubungan dengan pengarahan dan atau kombinasi input yang produktif. Seorang wirausahawan selalu diharuskan menghadapi resiko atau peluang yang muncul, serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan innovatif. Seorang individu mungkin menunjukkan fungsi kewirausahaan ketika membentuk sebuah organisasi, tetapi selanjutnya menjalankan fungsi manajerial tanpa menjalankan fungsi kewirausahaannya. Jadi kewirausahaan bisa bersifat sementara atau kondisional.
Kewirausahaan dalam arti proses yang dinamis adalah kewirausahaan merupakan sebuah proses mengkreasikan dengan menambahkan nilai sesuatu yang dicapai melalui usaha keras dan waktu yang tepat dengan memperkirakan dana pendukung, fisik, dan resiko social, dan akan menerima reward yang berupa keuangan dan kepuasan serta kemandirian personal.
Melalui pengertian tersebut terdapat empat hal yang dimiliki oleh seorang wirausahawan yakni:
1. Proses berkreasi yakni mengkreasikan sesuatu yang baru dengan menambahkan nilainya. Pertambahan nilai ini tidak hanya diakui oleh wirausahawan semata namun juga audiens yang akan menggunakan hasil kreasi tersebut.
2. Komitmen yang tinggi terhadap penggunaan waktu dan usaha yang diberikan. Semakin besar fokus dan perhatian yang diberikan dalam usaha ini maka akan mendukung proses kreasi yang akan timbul dalam kewirausahaan.
3. Memperkirakan resiko yang mungkin timbul. Dalam hal ini resiko yang mungkin terjadi berkisar pada resiko keuangan, fisik dan resiko social.

4. Memperoleh reward. Dalam hal ini reward yang terpenting adalah independensi atau kebebasan yang diikuti dengan kepuasan pribadi. Sedangkan reward berupa uang biasanya dianggap sebagai suatu bentuk derajat kesuksesan usahanya.
Kewirausahaan memiliki 4 manfaat sosial
1.      Memperkuat pertumbuhan ekonomi : menyediakan pekerjaan baru dalam ekonomi. Ekonomi saat ini adalah tanah yang subur bagi wirausahawan misalnya : permintaan pelayanan sektor jasa meledak
2.      Meningkatkan produktivitas : kemampuan untuk menghasilkan lebih banyak barang dan jasa dengan TK dan input lain yang lebih sedikit.
3.      Menciptakan teknologi, produk dan jasa baru: Komputer digital,mesin fotokopi, laser, power steering.
4.      Mengubah dan meremajakan persaingan pasar : pasar internasional menyediakan peluang kewirausahaan.
Misalnya : Steve Jacobs dan Steve Wozniak membalik pasar komputer dengan Apple Computer

Model Proses Wirausaha
  1. Tahap memulai, tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan franchising. Juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri / manufaktur / produksi atau jasa.
  2. Tahap melaksanakan usaha atau diringkas dengan tahap "jalan", tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek : pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil resiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.
  3. Mempertahankan usaha, tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi
  4. Mengembangkan usaha, tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.

Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave (1996 : 3), proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. Inovasi tersebut dipengeruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari pribadi maupun di luar pribadi, seperti pendidikan, sosiologi, organisasi, kebudayaan dan lingkungan. Faktor-faktor tersebut membentuk locus of control, kreativitas, keinovasian, implementasi, dan pertumbuhan yang kemudian berkembangan menjadi wirausaha yang besar. Secara internal, keinovasian dipengaruhi oleh faktor yang bersal dari individu, seperti locus of control, toleransi, nilai-nilai, pendidikan, pengalaman. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang mempengaruhi diantaranya model peran, aktivitas, dan peluang. Oleh karena itu, inovasi berkembangan menajdi kewirausahaan melalui proses yang dipengrauhi lingkungan, organisasi dan keluarga (Suryana, 2001 : 34).

Secara ringkas, model proses kewirausahaan mencakup tahap-tahap berikut (Alma, 2007 : 10 – 12) :


  1. proses inovasi
  2. proses pemicu
  3. proses pelaksanaan
  4. proses pertumbuhan



Berdasarkan analisis pustaka terkait kewirausahaan, diketahui bahwa aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam melakukan wirausaha adalah :
·         mencari peluang usaha baru : lama usaha dilakukan, dan jenis usaha yang pernah dilakukan
·         pembiayaan : pendanaan – jumlah dan sumber-sumber dana
·         SDM : tenaga kerja yang dipergunakan
·         kepemilikan : peran-peran dalam pelaksanaan usaha
·         organisasi : pembagian kerja diantara tenaga kerja yang dimiliki
·         kepemimpinan : kejujuran, agama, tujuan jangka panjang, proses manajerial (POAC)
·         Pemasaran : lokasi dan tempat usaha
Kreatifitas, Inovasi, dan Kewirausahaan
·         Inovasi
Inovasi adalah proses menemukan atau mengimplementasikan sesuatu yang baru ke dalam situasi yang baru. Konsep kebaruan ini berbeda  bagi kebanyakan orang karena sifat nya relative (apa yang dianggap baru oleh seseorang atau pada suatu konteks dapat menjadi sesuatu  yang meruapakan lama bagi orang lain dalam konteks lain).
Inovasi adalah memikirkan dan melakukan sesuatu yang baru yang menambah
atau menciptakan nilai-nilai manfaat(social/ekonomik) (Gde Raka,2001). Untuk menghasilkan perilaku inofatif seseorang harus melihat inovasi secara mendasar sebagai proses yang dapat dikelola (John Adair,1996)
·         Kreatif
Menghadirkan sesuatu benda atau hal yang sebelumnya sama sekali belum ada untuk dipergunakan. Ide yang kratif dikaitkan dengan ide yang baru paling tidak untuk orang yang bersangkutan Ide kreatif ini dapat melibatkan  sebuah usaha penggabungan du ahal atau lebih ide-ide secara langsung (John Adair,1996)
·         Kreativitas
Kreativitas merupakan memikirkan sesuatu,kemampuan seseorang untuk
melahirkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relative berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.
·         Krativitas dan inovasi
Inovasi dan kerativitas berbeda wilayah domain yang sama,teapi memiliki batasan yang tegas. Kreatifitas merupakan langkah pertama menuju inovasi  yang terdiri atas berbagai tahap. Kreatifitas berkaitan dengan produksi  kebaruan dan ide yang bermanfaat sedangkan inovasi berkaitan dengan produksi  atau adopsi ide yang bermanfaat dan implementasinya.
·         Wirausaha
Wirausaha adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat  dan  mengambil keuntungan dalam rangka meraih sukses.

·         Kewirausahaan
Kewirausahaan pada hakekatnya adalah sifat, ciri dan watak seseorang yang memiliki  kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif.

Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi.  Daya kreatifitas tersebut sebaiknya adalah dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar.
Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu. Justru seringkali ide-ide jenius yang memberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil. Namun,gagasan-gagasan yang baikpun, jika tidak diimplementasikan dalam
kehidupan sehari-hari, hanya akan menjadi sebuah mimpi. Gagasan-gagasan yang jenius umumnya membutuhkan daya inovasi yang tinggi dari wirausahawan yang bersangkutan. Kreativitas yang tinggi tetap membutuhkan sentuhan inovasi agar laku di pasar.
Inovasi yang dibutuhkan adalah kemampuan wirausahawan dalam menambahkan
nilai guna/nilai manfaat terhadap suatu produk dan menjaga mutu produk dengan memperhatikan “market oriented” atau apa yang sedang laku dipasaran. Dengan bertambahnya nilai guna atau manfaat pada sebuah produk, maka meningkat pula daya jual produk tersebut di mata konsumen, karena adanya peningkatan nilai ekonomis bagi produk tersebut bagi konsumen.
Untuk menjadi wirausaha yang berhasil, persyaratan utama yang harus dimiliki
adalah memiliki jiwa dan watak kewirausahaan. Jiwa dan watak kewirausahaan tersebut
dipengaruhi oleh keterampilan, kemampuan, atau kompetensi. Kompetensi itu sendiri ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman usaha.

Seseorang wirausaha adalah seseorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam berkreasi dan berinovasi. Ia adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) atau kemampuan kreatif dan inovatif. Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut secara  riil tercermin dalam kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start up),
kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creative), kemauan dan kemampuan untuk  mencari peluang (opportunity), kemampuan dan keberanian untuk menanggung
risiko (risk bearing) dan kemampuan untuk mengembangkan ide dan meramu sumber daya.
Kemauan dan kemampuan-kemampuan tersebut diperlukan terutama untuk:
a.Melakukan proses/ teknik baru (the new technik)
b.Menghasilkan produk atau jasa baru (the new product or new service),
c.Menghasilkan nilai tambah baru (the new value added),
d.Merintis usaha baru (new businesess), yang mengacu pada pasar
e.Mengembangkan organisasi baru (the new organisaton).

Peranan Wirausaha dalam Pengembangan Ekonomi
Profesor Zoltan J Acs, Direktur Pusat Kewirausahaan Dan Kebijakan Publik (The Centre For Entrepreneurship And Public Policy), George Mason University,AS, mengtakan bahwa kewirausahaan saat ini menjadi pusat jawaban terhadap berbagai persoalan mengenai kebijakan yang terkiat dengan ilmu dan teknologi, keberlanjutan, kemiskinan, SDM, penyerapan tenaga kerja, dan keunggulan kompetitif ragiaonal (wilayah).
Kewirausahaan juga memainkan peranan penting dalam menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Global Entrepreneurship Monitor (GEM), yang mempelajari dampak kegiatan kewirausahaan pada pertumbuhan ekonomi di 132 negara, menemukan bukti bahwa ada hubungan yang sangat kuat antara tingkat kegiatan kewirausahaan dan pertumbuhan ekonomi.
            Laporan GEM menyatakan bahwa kehadiran wirausaha mampu membuat perekonomian negara akan semakin sejahtera dan kuat karena seorang wirausaha unggul dalam kualitas untuk mengorganisasi sumber daya yang diperlukan dalam menciptakan nilai tambah. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru, yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen. Dapat dikatakan bahwa kewirausahaan merupakan identitas masyarakat modern.


DAFTAR PUSTAKA